1 2 3 4 5 2 3 4 5 6 7 8 AriWibowoSaputra Blog

Selasa, 02 Juli 2013

Yang Dimaksud Produksi Bersih


Produksi Bersih adalah suatu program strategis yang bersifat proaktif yang   diterapkan   untuk menselaraskan kegiatan pembangunan ekonomi dengan upaya perlindungan  lingkungan. Strategi konvensional dalam pengelolaan limbah didasarkan pada  pendekatan   pengolahan limbah yang terbentuk (end-of pipe treatment). Pendekatan ini terkonsentrasi pada upaya pengolahan dan pembuangan limbah dan untuk mencegah  pencemaran dan kerusakan lingkungan. Strategi ini dinilai kurang efektif karena bobot  pencemaran dan kerusakan lingkungan terus meningkat.

Manfaat Audit Lingkungan Bagi Perusahaan



Manfaat yang dapat diperoleh suatu perusahaan dari kegiatan audit lingkungan adalah (BAPEDAL, 1994) :
1.        Mengidentifikasi resiko lingkungan
2.        Menjadi dasar bagi pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan atau upaya       penyempurnaan rencana yang ada.
3.        Menghindari    kerugian  finansial seperti  penutupan/  pemberhentian  suatu    usaha atau kegiatan atau  pembatasan  oleh  pemerintah,  atau  publikasi  yang merugikan akibat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tidak baik.
4.        Mencegah tekanan sanksi hukum terhadap suatu usaha atau kegiatan atau terhadap pimpinannya berdasarkan pada peraturan perundang-undaangan yang berlaku.
5.        Membuktikan  pelaksanaan  pengelolaan  lingkungan apabila dibutuhkan dalam proses pengadilan.
6.        Meningkatkan kepedulian pimpinan/ penanggung jawab dan staf suatu badan usaha  atau kegiatan tentang pelaksanaan kegiatannya terhadap kebijakan dan tanggung jawab lingkungan.
7.        Mengidentifikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upaya konservasi energi dan pengurangan, pemakaian ulang dan daur ulang limbah.
8.        Menyediakan laporan audit lingkungan bagi keperluan usaha atau kegiatan yang bersangkutan, atau bagi keperluan kelompok pemerhati lingkungan, pemerintah dan  media massa.
9.        Menyediakan  informasi  yang  memadai  bagi  kepentingan  usaha  atau  kegiataan asuransi, lembaga keuangan dan pemegang saham.
                  
            Agar pelaksanaan audit lingkungan berhasil dengan baik beberapa persyaratan   harus dipenuhi antara lain :
Ø  Dukungan penuh pihak pimpinan puncak
Ø  Keikutsertaan semua pihak yang terkait
Ø  Kemandirian dan objektifitas auditor dan auditor harus berasal dari luar perusahaan.

Ø  Kesepakatan tentang tata cara dan lingkup audit aantara pimpinan perusahaan dengan auditor.

Jenis-jenis Audit Lingkungan



       1. Audit Pentaatan
             Audit Pentaatan memiliki sifat :
Ø  Menilai ketaatan terhadap peraturan, standar dan pedoman yang ada.
Ø  Meninjau persyaratan perizinan dan pelaporan.
Ø  Melihat pembatasan pada pembuangan limbah udara, air dan padatan.
Ø  Menilai keterbatasan peraturan dalam pengoperasian, pemantauan dan pelaporan sendiri atas pelanggaran yang dilakukan perusahaan.
Ø   Sangat mengarah pada semua hal yang berkaitan dengan pentaatan.
Ø   Dapat dilakukan oleh petugas (kelompok/perusahaan) setempat.

     2.Audit Manajemen
        Audit jenis ini mempunyai sifat :
Ø  Menilai kefektifan sistem manajemen internal, kebijakan perusahaan dan    resiko yang berkaitan dengan manajemen bahan.
Ø  Menilai keadaan umum dari peralatan, bahan bangunan dan tempat      penyimpangan.
Ø  Mencari bukti/ kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi.
Ø  Menilai kualitas pengoperasian dan tata laksana operasi.
Ø  Menilai keadaan catatan/ laporan tentang emisi, tumpahan, keluaran, dan  penanganan limbah.
Ø  Menilai tempat pembuangan secara rinci.
Ø  Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan  masyarakat.

       3. Audit Produksi Bersih dan Minimisasi Limbah
           Jenis audit ini mempunyai sifat :
Ø   Mengurangi jumlah timbunan dan produksi buangan limbah.
Ø   Menggunakan analisis kualitas daan kuantitatif yang rinci terhadap praktek  pembelian, proses produksi dan timbunan limbah.
Ø   Mencari tindakan  alternatif   pengurangan  produksi, dan pendaur ulangan limbah.


     4. Audit Konservasi Air
     
         Sifat audit ini adalah :
Ø   Mengidentifikasi sumber air penggunaan air dan mencari upaya untuk mengurangi penggunaan  air total melalui usaha pengurangan, penggunaan ulang dan pendaur-ulangan

      5. Audit Konservasi Energi

           Sifat audit ini adalah :

Ø   Melacak pola pemakaian tenaga listrik, gas dan bahan bakar minyak dan mencoba untuk mengkuantifikasikan serta meminimalkan penggunaannya.

         6. Audit Pengotoran/ Kontaminasi Lokasi Usaha

             Sifat audit ini adalah :

Ø   Menilai kedaan pengotoran lokasi perusahaan akibat pengoperasian yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Ø   Melakukan pengambilan contoh dari lokasi dan melakukan  penganalisaan contoh sampel tersebut untuk jangka waktu yang cukup panjang dan merupakan hal yang khusus pada audit jenis ini (audit lain tidak melakukan    pengambilan sampel).
Ø   Melakukan pengelolaan secara statistik terhadap hasil audit, jika diperlukan.

       7.  Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja
            Jenis audit ini memiliki sifat :
Ø   Menilai tatalaksana operasional pekerjaan, pengelolaan bahan dan limbah  berbahaya, pembuangan bahan pencemar dan sejenisnya, yang berhubungan erat  dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
Ø   Audit ini memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menetapkan apakah perusahaan tersebut sudah mentaati peraturan tentanf keselamatan dan kesehatan kerja.

        8. Audit Perolehan (Procurement Audit)
            Sifat audit ini adalah :
Ø   Meninjau praktek pembelian
Ø   Mengidentifikasi hasil produksi daan peralatan alternatif.
Ø   Dapat dilakukan terpisah atau sebagai bagian audit minimisasi limbah atau    audit produksi bersih.
Ø   Biasanya melibatkan pegawai bagian pembelian.
Ø   Melihat alternatif dari yang sederhana sampai genting (cradle to grave)